Jumat, 23 November 2012



Senin, 12 November 2012 

I.                   Tujuan.
·         Dapat menentukan senyawa tersebut bersifat basa kuat (amina), asam lemah (fenol), asam kuat (asam karboksilat), atau zat netral (aldehid, keton, alcohol, aster, atau eter).

II.                   Dasar Teori.
Senyawa organik adalah golongan besar senyawa kimia yang molekulnya mengandung karbon,kecuali karbida, karbonat, dan oksida karbon. Studi mengenai senyawaan organik disebut kimia organik. Dari dolongan besar itu senyawa organik dapat diklasifikasikan  dalam keluarga (families) dan kelas (class) yang berbeda. Senyawa organik dibagi kedalam Sembilan kelas yang berbeda, digolongkan menurut sifat masing-masing dalam senyawa tersebut. Secara kuantitatif untuk menyatakan komposisi atau kelas dari larutan digunakan uji kelarutan terhadap senyawa tersebut.
Suatu larutan dinyatakan merupakan ”larutan tidak jenuh” jika solute dapat ditambahkan untuk memperoleh berbagai larutan yang berbeda dalam konsentrasinya. Dalam banyak hal, ternyata proses penambahan solute tidak dapat berlangsung secara tidak terbatas. Suatu keadaan akan dicapai dimana penambahan solute pada sejumlah solvent yang tertentu tidak akan menghasilkan larutan lain yang memiliki konsentrasi lebih tinggi. Kelarutan yang besar terjadi bila molekul-molekul solute mempunyai kesamaan dalam struktur dan sifat-sifat kelistrikan dari molekul-molekul solvent. Bila ada kesamaan dari sifat-sifat kelistrikan, misalnya momen dipol yang tinggi, antara solvent-solvent, maka gaya-gaya tarik yang terjadi antara solute solvent adalah kuat. Sebaliknya, bila tidak ada kesamaan, maka gaya-gaya terik solute solvent lemah.
Secara umum, padatan ionik mempunyai kelarutan yang lebih tinggi dalam solvent polar daripada dalam pelarut non-polar. Juga, jika solvent lebih polar, maka kelarutan dari padatan-padatan ionik akan lebih besar.
-          Sifat solute
Penggantian solute berarti pengubahan interaksi-interaksi solute-solute dan solute-solvent.
-          Suhu
Kelarutan gas dalam air biasanya menurun jika suhu larutan dinaikkan. Gelembung-gelembung kecil yang dibentuk bila air dipanaskan adalah kenyataan bahwa udara yang terlarut menjadi kurang larut pada suhu-suhu yang lebih kecil. Hal yang serupa, tidak ada aturan yang umum untuk perubahan suhu terhadap kelrutan cairan-cairan dan padatan-padatan.
-          Tekanan
Kelarutan dari semua gas naik jika tekanan saham dari gas yang terletak di atas larutan dinaikkan. Secara kuantitatif, hal ini dinyatakn dalam hukum Henry, yang menyatakan bahwa pada suhu tetap perbandingan dari tekanan saham dari solute gas dibagi dengan mol fraksi dari gas dalam larutan adalah tetap.
Pengendapan merupakan metode yang sangat berharga untuk memisahkan suatu sample menjadi komponen-komponennya. Proses yang dilibatkan adalah proses dalam zat yang akan dipisahkan itu digunakan untuk membentuk suatu fase baru endapan padat.
Pengujian mengenai kelarutan ini banyak digunakan untuk produk-produk instan seperti jahe instan, kopi instan, serta dapat pula digunakan untuk tablet. Makin tinggi angka yang diperoleh menunjukkan kelarutan yang meningkat pula.
kelarutan zat dapat dilihat dari tabel dibawah ini





 
 
III.                   Alat dan Bahan.
Alat :
·         Tabung reaksi.
·         Rak tabung.
·         Pipet tetes.
·         Spatula.
     Bahan :
·         NaOH 5%.
·         HCL 5 %.
·         Zat unknow.
·         NaHCO3 5%.
·         H2SO4.


IV.                   Cara Kerja.

  

 Catatan:
Penambahan NaOH 5%, HCL 5%, atau H2SO4 pekat harus dilakukan terhadap sampel asal.

V.                   Hasil Pengamatan.
·         Larutan unknow.
Larutan unknow + H2O = Larut.
Larutan unknow + H2O ditetesi pada kertas lakmus biru = lakmus biru berubah menjadi merah.
Larutan unknow + H2O ditetesi pada kertas lakmus merah = lakmus merah tidak berubah.
  
    
VI.                   Pembahasan.
Senyawa Organik merupakan senyawa kimia yang mengandung karbon (C).  Kelarutan menyatakan secara kulaitatif dari proses larutan.  Yaitu menyatakan jumlah maksiang dapat terlarut dalam sejumlah tertentu zat terlarut atau larutan. Uji kelarutan senyawa organik ini bertujuan untuk mengetahui mengapa suatu senyawa dapat larut dan dapat menentukan apakah suatu senyawa termasuk basa kuat, asam lemah, asam kuat atau suatu zat netral. Prinsip uji kelarutan ini dengan panambahan aquades.
Asam salisilat merupakan senyawa dengan rumus molekul C7H6O3, Densitas 1,44 g/L.  Asam salisilat (asam ortohidroksibenzoat) merupakan asam yang bersifat iritan lokal. Ketika ditambahkan dengan air, asam salisilat tidak larut dan terbentuk endapan putih. Namun ketika ditambahkan lagi NaOH endapan putih hilang. Dan ketika ditambahkan dengan NaHCO3 menjadi larut. Hal ini menunjukan bahwa asam salisiat termasuk Asam Karboksilat.
      
VII.                   Kesimpulan.
·         Larutan unknow tersebut adalah asam salisilat (asam karboksilat).
   
VIII.                   Daftar Pustaka.
Nurbayti,siti Msi. 2012.”penuntun praktikum Kimia Organik I”.Jakarta : UIN Syarif Hidayatullah
    
XI. Lampiran.
Pertanyaan
      Jelaskan kenapa suatu seyawa dapat larut?
      Berdasarkan uji kelarutan diatas, apakah senyawa sampel anda? Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi pada pengerjaan tersebut ( untuk tiap sampel yang diberikan)
      Apakah yang dimaksud denga senyawa inert? Berika beberapa cotoh struktur yang tergolong senyawa inert, lengkap dengan namanya?
Jawaban :
1. Suatu senyawa dapat larut karena polaritas suatu senyawa atau molekul didasarkan pada sifat dipol yang dimilikinya. Polaritas molekuler tergantung pada perbedaan elektronegativitas antara atom-atom yang ada dalam suatu senyawa dan adanya ketidaksimetrisan struktur dari suatu senyawa , berdasarkan sifat polar ini kelarutan dapat diketahui sesuai dengan azas "like dissolves like", di mana larutan yang bersifat polar akan larut dengan larutan yang bersifat polar juga, begitu pula sebaliknya.
2. Sampel yang digunakan yakni asam salisilat.
3. Senyawa inert adalah senyawa yang sukar melepas electron sehingga sulit untuk bereaksi . contoh Nitrogen (N2), asam salisilat

Senin, 05 November 2012


Identifikasi Hidrokarbon

 I.                 Tujuan
                                                                                                                         
a.       Menyelidiki sifat-sifat fisik, kelarutan dan massa jenis senyawa hidrokarbon.
b.      Membandingkan kereaktivan antara alkana, alkena dan senyawa aromatic.
c.       Menggunakan sifat fisika dan sifat kimia untuk mengidentifikasi senyawa yang tidak diketahui (unknow).

    II.        Dasar Teori     
Dalam bidang kimia, hidrokarbon adalah sebuah senyawa yang terdiri dari unsur atom karbon (C) dan atom hidrogen (H). Seluruh hidrokarbon memiliki rantai karbon dan atom-atom hidrogen yang berikatan dengan rantai tersebut. Istilah tersebut digunakan juga sebagai pengertian dari hidrokarbon alifatik.
Sebagai contoh, metana (gas rawa) adalah hidrokarbon dengan satu atom karbon dan empat atom hidrogen: CH4. Etana adalah hidrokarbon (lebih terperinci, sebuah alkana) yang terdiri dari dua atom karbon bersatu dengan sebuah ikatan tunggal, masing-masing mengikat tiga atom karbon: C2H6. Propana memiliki tiga atom C (C3H8) dan seterusnya (CnH2·n+2).
­berikut adalah ciri ciri umum senyawa hidrokarbon :
Karena struktur molekulnya berbeda, maka rumus empiris antara hidrokarbon pun juga berbeda: jumlah hidrokarbon yang diikat pada alkena dan alkuna pasti lebih sedikit karena atom karbonnya berikatan rangkap.
Kemampuan hidrokarbon untuk berikatan dengan dirinya sendiri disebut dengan katenasi, dan menyebabkan hidrokarbon bisa membentuk senyawa-senyawa yang lebih kompleks, seperti sikloheksana atau arena seperti benzena. Kemampuan ini didapat karena karakteristik ikatan di antara atom karbon bersifat non-polar.
Sesuai dengan teori ikatan valensi, atom karbon harus memenuhi aturan "4-hidrogen" yang menyatakan jumlah atom maksimum yang dapat berikatan dengan karbon, karena karbon mempunyai 4 elektron valensi. Dilihat dari elektron valensi ini, maka karbon mempunyai 4 elektron yang bisa membentuk ikatan kovalen atau ikatan dativ.
Hidrokarbon bersifat hidrofobik dan termasuk dalam lipid.
Beberapa hidrokarbon tersedia melimpah di tata surya. Danau berisi metana dan etana cair telah ditemukan pada Titan, satelit alam terbesar Saturnus, seperti dinyatakan oleh Misi Cassini-Huygens.



III.    Alat dan Bahan
·         Alat
ü  Tabung reaksi
ü  Pipet tetes
ü  Batang pengaduk
ü  Kaca arloji
ü  Gelas piala
ü  Gelas ukur

·         Bahan
ü  Sikloheksana
ü  Sikloheksena
ü  Toluene
ü  Senyawa unknown
ü  H2SO4 pekat
ü  Br2 1% dalam heksana
ü  Minyak tanah
ü  KMnO4 1%


IV.                       Cara Kerja
A.      Sifat Fisik Hidrokarbon
1.       Kelarutan hidrokarbon dalam air

Dimasukkan sikloheksana, sikloheksena, toluene dan senyawa unknown
¯
Ditambahkan 10 tetes air ke dalam tiap tabung reaksi
¯
Diamati komponen apa di bagian bawah dan komponen apa di bagian atas
¯
Dikocok
¯
Didiamkan sejenak
¯
Diamati kembali


2.       Kelarutan Hidrokarbon dalam minyak

Dimasukkan sikloheksana, sikloheksena, toluene dan senyawa unknown
¯
Ditambahkan 10 tetes minyak ke dalam tiap tabung reaksi
¯
Diamati pemisahan yang terjadi
¯
Dikocok
¯
Diamati kembali
¯
Dibandingkan dengan hasil pengamatan sebelumnya



B.      Sifat kimia Hidrokarbon
1.       Reaksi Pembakaran

Ditempatkan 10 tetes dari tiap hidrokarbon yang akan diuji dan senyawa unknown ke dalam gelas arloji
¯
Dibakar dengan hati-hati
¯
Diamati nyala dan warna asap yang dihasilkan


2.       Reaksi dengan Bromin

Dimasukkan 1 ml dari tiap hidrokarbon ke dalam tabung yang berbeda
¯
Ditambahkan setetes dengan hati-hati larutan Br2 1% dalam heksana sambil dikocok perlahan
¯
Reaksi positif bila warna merah kecoklatan dari Br2 hilang


3.       Reaksi dengan KMnO4

Dimasukkan 1 ml dari tiap hidrokarbon ke dalam tabung yang berbeda
¯
Ditambahkan setetes dengan hati-hati larutan KMnO4 1% sambil dikocok perlahan
¯
Reaksi positif bila warna ungu dari KMnO4 hilang dan timbul endapan coklat MnO4
¯
Dihitung jumlah tetes KMnO4 yang diperlukan


4.       Reaksi dengan H2SO4

Dimasukkan 20 tetes dari tiap hidrokarbon ke dalam tabung yang berbeda
¯
Ditempatkan ke dalam penangggas es
¯
Ditambahkan 10 tetes H2SO4 pekat yang sudah didinginkan sambil dikocok secara hati-hati
¯
Diamati reaksi yang terjadi


5.       Senyawa Unknown
Dibandingkan hasil pengamatan senyawa unknown dengan hidrokarbon
yang diketahui
¯
Ditentukan jenis senyawa unknown yang diberikan

V.            Hasil Pengamatan
1.            sikloheksana + air            :               tidak tercampur (bagian atas siklo)
                Toluen + air                        :               tidak tercampur (bagian atas toluen)
                Fenol + air                           :               bercampur
2.            siklo + minyak                    :               tidak bercampur
                Toluena + minyak            :               bercampur
                Fenol + minyak                                 :               tak bercampur (bagian atas minyak)
3.            Siklo + Br2 (N-hexan)     :           tidak bercampur
            Toluena + Br2              :           Tidak bercampur (Keruh)
            Fenol + Br2                  :           tidak bercampur (bagian atas N-heksan)
4.         siklo + KMnO4             :           Tidak bercampur (KMn04 dibawah)
            Toluen + KmnO4         :           tidak bercampur (KmnO4 dibawah)
            Fenol + KmnO4           :           terbentuk     coklat
5.         Siklo + H2SO4               :           Bercampur
            Toluen + H2SO4            :           Bercampur
            Fenol + H2SO4                :           Bercampur

VI   Pembahasan

Percobaan kali ini bertujuan untuk mengidentifikasi sutu senyawa hidrokarbon berdasarkan sifat fisik dan kimia yang dimiliki senyawa tersebut. 
       Sifat fisik yang ingin diketahui dari percobaan ini adalah kelarutan senyawa hidrokarbon tersebut dalam pelarut polar dan non polar. Dari percobaan yang telah dilakukan, diketahui bahwa senyawa hidrokarbon tidak larut dalam aquadest, dimana diketahui bahwa aquadest adalah pelarut polar. Pada reaksi tersebut, terbentuk dua fasa dimana aquadest dibawah, dan senyawa hidrokarbon diatas. hal ini karena perbedaan massa jenis senyawa hidrokarbon yang lebih kecil dari aquadest.  Sedangkan dalam minyak tanah yang diketahui merupakan senyawa non polar, senyawa hidrokarbon tersebut dapat larut. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa senyawa hidrokarbon bersifat non polar, karena kelarutannya dengan pelarut non polar. 
            Pada percobaan ini Unknown Sample telah diketahui, karena hanya untuk proses identifikasi saja, tidak untuk menentukan suatu sample yang belum diketahui.

































VII   Kesimpulan
  • Senyawa hidrokarbon memiliki sifat non polar
  • Larutan unknown adalah senyawa hidrokarbon tak jenuh

VIII  Daftar Pustaka

http://choesnanmoesthofa.wordpress.com/2012/04/01/mangan-mn/


IX     Lampiran

Pertanyaan
  1. Identifikasi zat unknown yang diberikan! dari uji yang dilakukan, diketahui zat unknown tersebut adalah fenol
  2. Tuliskan persamaan 1 butena dengan: -Br atau CHCl2 dan - KMnO4 !
  3. Bagaimana cara mudah untuk membedakan oktana dari 1 oktena!